Mengenal Struktur “Indeks Desa Membangun” (Bagian 3)

Metode Penyusunan IDM

IDM disusun dengan memperhatikan ketersediaan data yang bersumber dari Potensi Desa, yang diterbitkan Badan Pusat Statistik. Untuk perhitungan IDM 2015 digunakan sumber data PODES tahun 2014. IDM merupakan indeks komposit yang dibangun dari dimensi sosial, ekonomi dan budaya. Ketiga dimensi terdiri dari variabel, dan setiap variabel diturunkan menjadi indikator operasional. Prosedur menghasilkan value IDM, sebagai berikut :

1) Setiap indikator memiliki skor antara 0 s.d. 5; semakin tinggi skor mencerminkan tingkat keberartian. Misalnya : skor indikator akses pendidikan sekolah dasar; bila Desa A memiliki akses fisik < 3 Km maka Desa A memiliki skor 1, dan Desa B memiliki akses fisik > 10 Km maka memiliki skor 5. Ini berarti penduduk Desa B memiliki akses lebih baik dibanding penduduk Desa A.

2) Setiap skor indikator dikelompokkan ke dalam variabel, sehingga menghasilkan skor variabel. Misalnya variabel kesehatan terdiri dari indikator (1) waktu tempuh ke pelayanan kesehatan < 30 menit, (2) ketersediaan tenaga kesehatan dokter, bidan dan nakes lain, (3) akses ke poskesdes, polindes dan posyandu, (4) tingkat aktifitas posyandu dan (5) kepesertaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Total skor variabel selanjutnya dirumuskan menjadi indeks:

3) Indeks dari setiap variabel menjadi Indeks Komposit yang disebut dengan Indeks Desa Membangun (IDM).

4) Untuk menetapkan status setiap Desa dilakukan klasifikasi dengan menghitung range yang diperoleh dari nilai maksimum dan minimum. Nilai range yang diperoleh menjadi pembatas status setiap Desa, sehingga ditetapkan lima klasifikasi status Desa yaitu:

Peta Desa Berdasarkan Indeks Desa Membangun

Berdasarkan Permendagri No. 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan bahwa jumlah Desa yang telah memiliki kode wilayah administrasi Desa adalah 74.754 Desa. Sedangkan jumlah Desa berdasarkan sumber Potensi Desa, BPS, 2014 adalah 73.709 Desa dari total 82.190 Desa/kelurahan/UPT. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) dihasilkan jumlah dan proporsi Desa dengan status mandiri, maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.

Tabel dibawah ini menampilkan jumlah Desa dan persentase Desa per provinsi. Provinsi dengan jumlah status Desa tertinggal dan sangat tertinggal terbesar adalah Provinsi Papua Barat 3.900 Desa (96,6%), sedangkan Provinsi dengan status Desa mandiri terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Barat.

Situasi Desa di Perbatasan Berdasarkan Indeks Desa Membangun 2015

Desa-desa di daerah perbatasan sungguh memprihatinkan. Berdasarkan ukuran Indeks Desa Membangun (IDM) 2015 jumlah Desa-Desa di perbatasan yang memiliki status tertinggal dan sangat tertinggal sangat dominan. Sebanyak 644 Desa (45%) adalah Desa berstatus tertinggal dan 635 Desa (44%) berstatus sangat tertinggal (lihat gambar 3). Rata rata Indeks Desa Membangun (IDM) Desa perbatasan adalah 0,498, sedangkan rata rata IDM nasional adalah 0,566. Situasi ini menggambarkan tingkat kesejahteraan Desa perbatasan yang masih rendah.

Gambaran yang menunjukkan bahwa Desa-Desa di perbatasan di dominasi oleh situasi dan kondisi tertinggal dan sangat tertinggal memperlihatkan bahwa pemerintah belum mengoptimalkan potensi sumberdayanya untuk dikembangkan, sehingga mereka tumbuh berkembang tertatih tatih sesuai dinamika sosial internalnya yang merupakan hak asal usul dan kewenangan lokal. Sedangkan Desa-Desa yang berkembang dan maju lebih karena keberuntungan geografis dan kebijakan pembangunan yang melintasinya.

Tekad dan semangat mengentaskan ketertinggalan perbatasan yang demikian tentu membutuhkan bukan sekedar alokasi anggaran dan rencana pembangunan mengintervensi dengan kebijakan umum, karena persoalan yang membelenggu dan mendekapnya mencerminkan problem struktural dan paradigma pembangunannya. Tindakan afirmasi dan perlindungan yang menyeluruh diperlukan sehingga menghindarkan dari terpencar dan retaknya masyarakat di Desa perbatasan.

Referensi: Buku Indeks Desa Membangun
Foto : Kemendesa.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s