Kanekes, Antara Potensi Wisata dan status Desa Sangat Tertinggal

Pada daftar daerah tertinggal yang berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) hasil rilis website resmi Kementerian Desa Republik Indonesia (kemendesa.go.id) bahwa Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan satu dari sekian desa yang berkategori “Sangat Tertinggal”. Keterangan tersebut merupakan olahan data tahun 2016, dengan indeks desa membangun hanya 0,47.

Indeks tersebut merupakan angka terendah-kedua yang dicapai Kecamatan Leuwidamar, dengan angka terendahnya 0,46. Namun tidak hanya Desa Kanekes yang bertengger di angka 0,47, masih ada 7 desa lainnya di Kabupaten Lebak yang memiliki capaian angka yang sama. Seperti Desa Situmulya di Kecamatan Cibeber, Desa Peucangpari di Kecamatan Cigemlong, Desa Cikamunding di Kecamatan Cilograng, Desa Cibarengkok di Kecamatan Panggarangan, Desa Ciparasi dan Desa Sukaresmi di Kecamatan Sobang, dan Desa Cipedang di Kecamatan Wanasalam.

Yang menarik dari Desa Kanekes adalah tentang satu destinasi wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dan hal ini sudah menjadi rahasia umum ditengah-tengah masyarakat, yaitu keberadaan masyarakat adat Baduy. Menurut data statistik tahun 2016 yang bersumber dari BPS Kabupaten Lebak, kunjungan wisatawan domestik yang berkunjung ke objek wisata Kabupaten Lebak meningkat sangat tajam dari tahun sebelumnya sebanyak 253.357 wisatawan. Dan sebanyak 2,75% atau sekitar 6.967 wisatawan memilih berkunjung ke masyarakat adat Baduy. Sedangkan destinasi yang mendapat kunjungan terbesar terdapat pada Pantai Sawarna sebanyak 50,21%.

Dikutip dari kantor berita Antara, wisata Baduy kini menjadi destinasi unggulan Kabupaten Lebak, “Kami optimistis Baduy jadi unggulan wisata. Tentu saja ini akan berpengaruh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” demikian disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan dan Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lebak, Iman Hidayat, di Lebak. Iman menambahkan, “Keunikan masyarakat Baduy itu tentu akan menjadikan daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara”.

Muhammad Husen, Anggota DPRD Kabupaten Lebak mengatakan potensi objek wisata Baduy memiliki nilai jual hingga mendunia karena cukup menarik untuk dijadikan bahan penelitian. Sedangkan Bupati Lebak Iti Octavia menyatakan, Pemerintah daerah terus mengembangkan objek wisata adat Baduy sehingga dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami yakin objek wisata itu bisa mendatangkan wisman,” ujarnya.

Dari data yang diuraikan Kementerian Desa terhadap Desa Sangat Tertinggal dengan data statistik BPS Kabupaten Lebak yang menghasilkan angka 6.967 wisatawan yang berkunjung ke masyarakat adat Baduy, hal ini dapat menjadi korelasi yang cukup relevan untuk mewujudkan harapan-harapan dan rencana dari pemerintah daerah setempat terhadap destinasi wisata Baduy. Sehingga dapat mendongkrak IDM dari angka 0,47 yang berkategori Desa Sangat Tertinggal minimal menjadi 0,59 sebagai Desa Berkembang.

Referensi: Buku Indeks Desa Membangun
Foto: https://dispar.bantenprov.go.id/read/destinasi/158/Keindahan-Alam-Baduy-yang-Menarik-untuk-Dikunjungi.html

One thought on “Kanekes, Antara Potensi Wisata dan status Desa Sangat Tertinggal”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s